Selasa, 13 April 2021
09:20 WIB - Dari Temu Inovasi #11, Melewati Satu Tahun Pendidikan pada Pandemi COVID-19  | 06:46 WIB - Peta Jalan Industri 4.0 Indonesia, Menuju 10 Besar Negara Ekonomi Terbesar | 10:41 WIB - Mustika Ratu (MRAT) dukung Pertemuan Ilmiah Tahunan Pertama PDHMI | 06:21 WIB - Yunus Nafik Katakan Pentingnya Bersedekah, Seperti Apa? | 20:10 WIB - Mustika Ratu (MRAT) Sinergi Bisnis dengan Pt Pegadaian (Persero) | 19:18 WIB - Selebgram Rachel Vennya Pilih Produk Softlens dari SISSELENS Indonesia
 
MEDIA BINTANG (MB) : INSPIRASI : Ciutan Perawat Ini Saat Jalani Tugas Covid-19, Lapar, Haus Tak Terhindarkan

Ciutan Perawat Ini Saat Jalani Tugas Covid-19, Lapar, Haus Tak Terhindarkan

INSPIRASI - dpriyatna - Kamis, 18/03/2021 - 09:04:42 WIB

mediabintang.com,Jakarta-Evy Ina Sasauw salahsatu perawat yang menangani pasien covid-19. Selama 12 bulan ia tidak kembali ke huniannya dan tidak dapat berkumpul dengan keluarganya. Evy bertugas sebagai perawat di RSD Wisma Atlet, khusus menangani pandemi Covid-19. Evy harus mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap selama berjam-jam, dia juga harus ekstra hati-hati agar tak tertular virus corona.

Selama merawat pasein covid-19, dirinya harus menahan ketidak nyamanan mengenakan APD. Bahan terkadang harus menahan haus.

"Biasanya kami hanya menggunakan handscoon dan masker, tetapi karena pandemi, kami harus mengenakan APD lengkap. Dengan kondisi (mengenakan) APD yang begitu panas selama kurang lebih 8 jam, terkadang kami harus menahan haus, lapar, menahan untuk buang air, dan tidak boleh sedikit pun kami lalai, entah melepas atau robek, harus benar-benar disiplin sampai pelepasan APD, mandi, bersih-bersih, dan ganti pakaian," tutur Evy dalam Dialog Rabu Utama bertema Perawat Merawat Semangat yang disiarkan oleh Kemkominfo TV, Rabu (17/3).

Meski takut tertular, Evy pun menjalani tugasnya penuh tanggungjawab. Ia menerapkan protokol kesehatan yang sesuai, cukup beristirahat, makan makanan sehat dan mengonsumsi vitamin, serta sebisa mungkin menjauhi stres.

"Kami di sini memang takut tertular virus Covid, tetapi kami yakin karena sudah menerapkan protokol yang sesuai dengan pemakaian APD dan lain-lain. Support dari keluarga juga sangat mendukung agar kami tetap sehat, tetap semangat," kata Evy.

Tak bisa bertemu fisik dengan orang-orang terkasih, para perawat tak boleh melibatkan perasaan pribadi dalam pekerjaan. Menurut Evy, banyak pasien yang mengalami stres sehingga harus dihibur dan didampingi agar kondisinya lekas membaik. Pasien-pasien itu diajak mengobrol, bernyanyi, sampai membuat video TikTok.

"Sementara dengan rekan sejawat, kami saling memberi support lewat kata-kata atau teriakan, atau tulisan yang dituliskan di hazmat, biar sesama nakes tetap semangat melayani pasien," katanya.

Selain dukungan serta doa dari keluarga yang tak henti, lanjut Evy, melihat pasien yang sembuh dan bisa pulang ke rumah juga memberi kebahagiaan tersendiri. Tak jarang kepulangan itu turut dirayakan bersama rekan-rekan nakes.

"Ketika kita melihat pasien yang begitu senang, begitu gembira ketika diizinkan pulang, senangnya luar biasa. Dan kami jadi ikut semangat, ikut bahagia melihat kegembiraan mereka," ujar Evy.

Di Hari Perawat Nasional yang jatuh pada 17 Maret, Evy yang telah menerima vaksinasi Covid-19 menyampaikan harap agar para nakes di Indonesia tak menyerah melayani di tengah pandemi. Ia yakin, pandemi ini dapat diatasi dengan kekompakan dan semangat tinggi.

 
 
Redaksi | Tentang Kami
Copyright 2013