Senin, 18 Januari 2021
09:10 WIB - Mantan Pramugari Garuda Ini Mendapat Inspiring Woman's dan Wisdom 2020 | 00:57 WIB - Rumah Makan Saung Priangan Kerap Didatangi Selebritis, Bahkan Roy Marten | 09:08 WIB - The Ryms Rilis Lagu Rinduku Tiga Bahasa | 12:02 WIB - Mustika Ratu Raih Top Innovation Choice Award 2020 | 17:24 WIB - Cerita Trio Vokal The Ryms Rilis Lagu Rinduku | 16:41 WIB - Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Dengan Herbal Ini
 
MEDIA BINTANG (MB) : NEWS : Musnahkan Puluhan Kilogram Narkoba, Kapolda Riau: Siap Perang dan Serang Duluan

Musnahkan Puluhan Kilogram Narkoba, Kapolda Riau: Siap Perang dan Serang Duluan

NEWS - - Rabu, 24/06/2020 - 19:14:53 WIB

PEKANBARU - Kasus pengungkapan narkotika di wilayah Provinsi Riau, berhasil diselesaikan dengan baik oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Selain barang bukti, aparat juga menangkap para pelakunya sebanyak 11 orang.

"Hasil tangkapan ini, kita lakukan selama kurun waktu satu bulan belakangan. Dengan 4 laporan polisi di Polda Riau dan 1 kasus lagi di daerah Dumai," ungkap Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Suhirman, Rabu (24/6/2020).

Dijelaskan Suhirman, jumlah barang bukti yang disita Polda Riau selama pengungkapan, di antaranya sabu sekitar 34 kilogram, ganja kering 80 kilogram. Sementara itu, pil ekstasi sebanyak 5000 butir.

"Sabu 34 kilogram lebih kita tangkap di Pekanbaru, ganja 80 kilogram lebih dan inek sekitar 5.000 butir lebih. Ditambah dari Polres Dumai, sabunya 8 kilogram lebih," sambung Suhirman.

Terpisah Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menuturkan, bahwa saat ini keadaan telah menjadi genting. Karena seluruh pelaku kejahatan dipicu adanya pengaruh efek narkotika ini.

"Narkoba sudah menjadi pemicu utama yang menyebabkan orang melakukan kejahatan, sehingga banyak orang tidak lagi berpikir sehat untuk melakukan kejahatannya dan mencelakakan korbannya," kata Kapolda.

Terkait pengungkapan banyaknya suplai narkoba yang masuk ke wilayah Provinsi Riau, membuat pihak kepolisian lebih bertindak cepat. Kata Kapolda, mekanismenya bukan siapa yang lebih cepat bertindak.

"Ini bukan siapa duluan cepat. Kami yang akan menyerang duluan. Ini teknik sembunyi-sembunyi, kami akan memerangi narkoba," tegas Kapolda. (rilis)

 
 
Redaksi | Tentang Kami
Copyright 2013