47% UMKM Sudah Go Digital, Exabytes Indonesia Ajak Bersiap Hadapi Digital Revolusi Industri 4.0

Mediabintang.com,Jakarta-Perkembangan industri 4.0 dan transformasi digital saat ini menjadi kunci utama bergeraknya UMKM. Seiring dengan tantangan yang semakin berat dan pasca masa pandemi kemarin, tiga persoalan UMKM yang dihadapi saat ini adalah minimnya literasi digital untuk pemasaran, perlunya modal usaha dan kesulitan dalam distribusi logistik. Berdasarkan data pelanggan Exabytes Indonesia, bahwa 47% dari total pelanggan merupakan pemilik bisnis atau UMKM. Di sisi lain, pembelian produk VPS hosting terjadi peningkatan sebesar 38% di tahun 2021 yang menunjukkan semakin banyak bisnis yang bertransformasi dari offline ke online.
Dilansir dari survei yang dilakukan Katadata Insight Centre (KIC), sebanyak 15,4% pelaku UMKM memilih untuk mendapatkan modal tambahan. Sementara pengiriman barang menggunakan layanan logistik meningkat selama pandemi sebanyak 39% dicatat dari survei cepat MarkPlus, Inc.
Melihat semua data di atas, peluang di era digital terlihat semakin terbuka dan akan menghasilkan banyak keuntungan yang akan diperoleh UMKM jika cerdas mampu bertransformasi memanfaatkan digitalisasi. Exabytes Indonesia yang secara berkelanjutan mendukung UMKM untuk bisa Go Digital dengan rutin mengadakan event edukatif berkualitas, akan menggelar "SME DigitalFest 2022". Didukung penuh oleh pihak sponsor utama yaitu Mandala Finance dan JDL Express Indonesia sebagai Partner Logistik, ajang tahunan dengan target audience para pelaku UMKM ini mengusung topik "Small Businesses and Digital Revolution 4.0".
 
Ditemui saat konferensi pers jelang event SME DigitalFest 2022 dimulai, Indra Hartawan selaku Country Manager Exabytes Indonesia menuturkan, “Para pelaku bisnis khususnya UMKM sebaiknya mulai menyiapkan masa depan dengan investasi pada pengembangan keahlian digital serta responsif terhadap industri, bisnis dan perkembangan teknologi. Merupakan wujud komitmen dari Exabytes Indonesia untuk mendorong kemajuan UMKM Indonesia yang sedang bertransisi ke online dan membutuhkan lokasi berbasis cloud untuk membangun website guna memperkuat kehadiran bisnis mereka di ranah digital”, Ujar Indra.


Situasi di masa pandemi yang lalu juga berdampak terhadap modal usaha yang menjadi salah satu poin utama berjalannya bisnis bagi para pelaku UMKM. Mobilitas masyarakat yang terbatas untuk melakukan proses pengajuan dalam mengakses produk pembiayaan adalah salah satu di antaranya.


Kepala Bidang Investasi UKM, Pada Asdep Pembiayaan dan Investasi UKM, Deputi Bidang UKM, Rossa Novitasari menyatakan memberikan dukungan penuh pada pengembangan UMKM. Menurutnya, hal itu akan memberikan kontribusi pula dalam membangkitkan ekonomi nasional sesuai dengan program pemerintah. “Apresiasi kepada Exabytes Indonesia yang konsisten menyelenggarakan SME DigitalFest setiap tahun sebagai salah satu bentuk pelatihan gratis yang merupakan sarana bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan diri” ujarnya saat membuka acara SME DigitalFest 2022.
“Sebagai perusahaan pembiayaan yang memiliki komitmen untuk turut memajukan UMKM sebagai pilar utama perekonomian Indonesia, Mandala terus mengembangkan jaringan, baik offline maupun online, di seluruh Indonesia agar memperluas aksesibilitas keuangan masyarakat, serta memenuhi kebutuhan permodalan para pelaku UMKM”jelas Diano Eko, Chief Marketing Officer PT Mandala Multifinance Tbk.


Memiliki lebih dari 500 points of services yang terdiri dari 270 kantor cabang dan lebih dari 220 counters yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, Mandala terus berinovasi dalam memenuhi kebutuhan keuangan para pelaku bisnis tersebut dengan menghadirkan solusi tidak hanya mengembangkan aksesibilitas secara konvensional, tetapi juga dengan inovasi digital tepat guna. Pada Juni 2021, Mandala memperkenalkan aplikasi pembiayaan bertajuk Mantis untuk mempermudah calon nasabah dari seluruh Indonesia dalam mendapatkan akses pembiayaan secara lebih cepat dan efektif.
 
Langkah digitalisasi melalui Mantis menandai komitmen Mandala dalam turut mengembangkan bisnis UMKM lokal dengan menghadirkan solusi keuangan berupa layanan pembiayaan andal termasuk motor, modal usaha, dan lainnya dengan akses mudah dan cepat secara online tanpa perlu mendatangi kantor cabang atau menyerahkan salinan dokumen fisik. Dengan adanya aplikasi Mantis, Mandala dapat membantu para pelaku UMKM dalam mendapatkan akses modal usaha untuk dapat terus berkembang.


Jasa logistik juga dinilai sebagai fundamental penting dalam upaya digitalisasi UMKM selepas masa pandemi. Dibutuhkan kelancaran arus logistik yang stabil, aman dan terpercaya demi menunjang aktivitas belanja terhadap produk-produk lokal.


Seiring dengan peningkatan ekonomi, khususnya pada tahun 2021, Indonesia menunjukkan peningkatan dalam tren Logistic Performance Index (LPI), baik di tingkat global maupun ASEAN. Industri logistik berkontribusi dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional dalam masa pandemi. Per akhir 2021 lalu, kontribusi sektor logistik, transportasi dan pergudangan termasuk kurir, terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hingga akhir tahun 2021 adalah sebesar Rp676 triliun atau terkontraksi sebesar 2,03 persen (year-on-year). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Triwulan III-2021, kontribusi sektor tersebut pada tahun 2022 diprediksi sebesar Rp699,1 triliun atau tumbuh sebesar 1,08 persen (year-on-year).
JDL Express Indonesia turut mendukung para UMKM atau online sellers dalam mencapai tujuan bisnis mereka melalui solusi logistik yang kami tawarkan secara holistik. Terutama, dalam menyediakan jasa pengiriman dengan metode pembayaran Cash on Delivery dengan biaya yang kompetitif serta rekonsiliasi dana COD cair hampir setiap hari”, jelas Iqbal Perkasa, Head of Marketing JDL Express Indonesia
Di era digital revolusi industri 4.0, UMKM yang merupakan penyangga perekonomian dengan total lebih dari 60 juta UMKM dan kontributor 50% lebih dari Produk Domestik Bruto (PDB) sudah seharusnya lebih terfokus pada pemanfaatan digitalisasi sehingga tercipta efisiensi dalam menjalankan operasional usahanya serta sistem pemasaran dan memperluas jaringan marketingnya.

TERKAIT